Siholan

Kamu tau gunung everest??? gunung fuji?? atw gunung jayawijaya???

Coba bayangkan itu adalah pecinta yang sedang menunggu orang yang dicintainya kembali. Dan dia menunggu semenjak dia ada di dunia.
aku rasa sebesar itulah bakatku dalam menunggumui.
aku rasa sebesar itulah aku ingin bertemu dengan mu.
Hanya kamu yang tau berapa lama lagi aku harus menunggu.
miss you

disegarkan

Melampaui akal pikiranku dan perencanaanku.
kesulitan, penolakan, sindiran dan sepi yang harus ku alami, tapi di tengah2 semuanya itu aku merasakan sukacita yang menggantikan semuanya itu.
tantangan yang terlihat sulit kutrima dan ku jalani. Tetapi aku bisa melewatinya dan menikmati di dalamnya.

"...Luaskan Roh-MU bekerja di hatiku..."
sepenggal lagu yang ku nyanyikan jika aku merasa lelah dan lemah.

Cukup bagiku

Terengah-engah dan mengucurkan keringat yg tak biasa..
Takut untuk tidak mampu dan kembali jatuh...
Ternyata sampai sekarang aku mampu berjalan, wara-wiri ke tempat ke mana kaki ini membawa. Walau dalam pikiran ini ada banyak hal yang akan dikerjakan dan tuntutan dan tanggung jawab dan kerinduan besar, semuanya menyesakkanku.
Sekali lagi ku yakini cukup HANYA ANUGRAH bagi ku sekarang dan selamanya.

Thank u for loving me for 3 years


     ____Mengakhiri dengan trus berjuang bersamamu dan DIA___
                 
Kunyatakan dalam doa dan kusampaikan kepadamu,orang yg paling ku kasihi. Segala yang kumulai dengan pergumulan, ketakutan, dan keraguan akan keberadaanmu. Dengan bersungguh2 menggumulkan dan membawanya “segalanya” di hadapan Tuhan.


                Kini “segalanya” telah kulewati bersamamu dalam setiap derap langkah kita, dalam doa, harapan, dan penyerahan kepada Tuhan. Hari tiap hari, waktu tiap waktu telah dinikmati bersamamu. Bersyukur kepada Tuhan yang memulai segalanya baik dan mnyertai dengan setia. 


Tahun pertama adalah kita menikmati indahnya relasi yg baru alias jatuh cinta. Tahun kedua adalah kita semakin menikmati indahnya relasi yg saling mendukung di tengah2 kondisi kita. Tahun ketiga adalah kita sedang mempersiapkan diri dan lainnya untuk tahap yang ‘matang’. 


Terimakasih telah mengasihiku, menguatkanku, menemaniku dalam hidupku. Ada banyak hal yang baik dan buruk darimu yang kuperoleh, begitu juga sebaliknya. Kita sedang dan terus belajar untuk saling mengerti. 


                Tahun pertama, tahun kedua, dan tahun ketiga telah tiba. Mungkin akan semakin banyak tantangan, sukacita, harapan, dsb yg akan dilewati. Tapi apakah kita sudah mengenal satu sama lain? Atau apakah kita sudah sama2 memiliki kerinduan yg sama?? apakah kita akan tetap bersama melangkah di dalamnya untuk saling mengasihi??


                Kupercaya, jika Dia mengizinkankanku untuk mengasihimu dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu, maka Dia akan memberikanmu untuk itu. Bagian kita hanyalah setia dlm Dia..

Tak banyak kalimat, kata dan huruf yang kuketik di blog ini mengenaimu. Aku hanya bisa menyampaikan kepada TUHAN kita dalam doa.


                 How great is my God who sent you into my life..

Love you and surely, Love You God..




 *pesan WA yg dikirim pagi ini*

Usailah kuatir itu

Anugrah itu tetap diberikan, dan akan tinggal jika penerima tidak meninggalkannya.
dimampukan untuk dilayakkan menikmati anugrahNYA kembali adalah suatu kesempatan terindah.

Kekuatiran dan ketakutan yang meliputiku hanyalah sebagai tanda untuk berjaga-jaga dan tetap sadar akan sesuatu hal.
Satu momen untuk mengenalmu lebih jauh dan tak meragukan akan keberadaanmu. "...tolong jaga semuanya untukku...menjagaku..melindungiku..mendmpingiku...dan menjadi berkat bagimu" Pernyataan yang diucapkan berasal dari hati dan kasih yg dalam.
Jika saat ini kekuatiranku terjawab, cukuplah bagiku bisa menikmati percakapanmu yg lama di malam ini. Sambil di dalam hatiku, aku berdoa Tuhan mengizinkanku menghabiskan sisa hidupku bersama dia.

Di manakah kamu?

Ku ceritakan dan kusampaikan segala sesuatunya yang menyesak di hatiku.
Kini, ketika kamu mengetahuinya. aku merasa hampa.
Ahh...itu hanya perasaanku saja. yahh,,wanita sering pake perasaannya.

ku beri ruang buatmu untuk berpikir dan merencanakan kembali. Tapi aku tak ingin kamu merasakan hal yang sama dan menghukum dirimu sendiri.

Ketika ada ruang itu, kehilangan..sunyi dan sepi yang kurasakan sekarang.


Seorang pendaki gunung tiba2 terjatuh ke dalam tebing jurang yang dalam dan gelap pada malam hari. Setelah terjatuh sedemikian dalam, ia beruntung dapat meraih sebuah akar pohon di dinding tebing sehingga tidak terperosok makin dalam. Langit begitu pekat, tanpa diterangi bulan dan bintang sehingga ia tidak dapat melihat apa2 dan hanya bergantung pada akar pohon tersebut.
Di tengah kondisi yang terjepit itu, si pendaki berteriak memanggil Tuhannya dan berseru, “Tuhan yang selama ini telah kusembah, saya dalam keadaan nyaris mati jatuh ke dalam jurang, apa yang harus saya lakukan agar dapat selamat?” Di luar dugaan, Tuhan berkenan dan memberi jawab, “Lepaskan akar pohon itu.”
Pria itu kaget akan jawaban Tuhannya. “Apakah Engkau gila, aku masih hidup karena genggaman pada akar ini. Jika aku lepaskan pastilah aku jatuh ke dasar jurang dan mati. Apa yang harus kulakukan? Aku belum mau mati,” isak si pendaki. Tuhan kembali menjawab, “Lepaskan akar pohon itu dan kau akan selamat.”
Si pendaki berkeras, “Tidak Tuhan, saya akan memilih cara saya sendiri untuk selamat.” Dan ia kemudian berteriak semalaman meminta pertolongan hingga tenggorokannya kering dan haus, sementara kedua tangannya kram dan luka karena terus bergantung pada akar pohon yang kasar. Menjelang pagi, remang pagi mulai menerangi tebing itu dan alangkah terkejutnya pria tersebut karena kakinya hanya berjarak satu meter dari dasar jurang. Ia pun melepaskan pegangan pada akr pohon dan selamat.
 
Banyak orang Kristen secara rohani hidup seperti pria itu. Kita sering berdoa dan meminta arahan Tuhan. Namun ketika Tuhan telah menjawab, baik lewat Firman, sesama, atau kondisi, nyatanya kita tetap memilih menggunakan logika dan pemikiran kita sendiri. Akhirnya kita menjadi lelah sendiri tanpa menyadari ada hal yang lebih baik jika kita mau belajar menaati kehendak Tuhan.
Adakah kehendak Tuhan yang masih kita ragukan? Lepaskan genggaman dari hitung2an akal manusiawi kita dan nikmati langkah iman bersama Tuhan. Niscaya rencana yang jauh lebih indah serta penyertaan sang Raja Damai menanti kita di depan. Amin.