Usailah kuatir itu

Anugrah itu tetap diberikan, dan akan tinggal jika penerima tidak meninggalkannya.
dimampukan untuk dilayakkan menikmati anugrahNYA kembali adalah suatu kesempatan terindah.

Kekuatiran dan ketakutan yang meliputiku hanyalah sebagai tanda untuk berjaga-jaga dan tetap sadar akan sesuatu hal.
Satu momen untuk mengenalmu lebih jauh dan tak meragukan akan keberadaanmu. "...tolong jaga semuanya untukku...menjagaku..melindungiku..mendmpingiku...dan menjadi berkat bagimu" Pernyataan yang diucapkan berasal dari hati dan kasih yg dalam.
Jika saat ini kekuatiranku terjawab, cukuplah bagiku bisa menikmati percakapanmu yg lama di malam ini. Sambil di dalam hatiku, aku berdoa Tuhan mengizinkanku menghabiskan sisa hidupku bersama dia.

Di manakah kamu?

Ku ceritakan dan kusampaikan segala sesuatunya yang menyesak di hatiku.
Kini, ketika kamu mengetahuinya. aku merasa hampa.
Ahh...itu hanya perasaanku saja. yahh,,wanita sering pake perasaannya.

ku beri ruang buatmu untuk berpikir dan merencanakan kembali. Tapi aku tak ingin kamu merasakan hal yang sama dan menghukum dirimu sendiri.

Ketika ada ruang itu, kehilangan..sunyi dan sepi yang kurasakan sekarang.


Seorang pendaki gunung tiba2 terjatuh ke dalam tebing jurang yang dalam dan gelap pada malam hari. Setelah terjatuh sedemikian dalam, ia beruntung dapat meraih sebuah akar pohon di dinding tebing sehingga tidak terperosok makin dalam. Langit begitu pekat, tanpa diterangi bulan dan bintang sehingga ia tidak dapat melihat apa2 dan hanya bergantung pada akar pohon tersebut.
Di tengah kondisi yang terjepit itu, si pendaki berteriak memanggil Tuhannya dan berseru, “Tuhan yang selama ini telah kusembah, saya dalam keadaan nyaris mati jatuh ke dalam jurang, apa yang harus saya lakukan agar dapat selamat?” Di luar dugaan, Tuhan berkenan dan memberi jawab, “Lepaskan akar pohon itu.”
Pria itu kaget akan jawaban Tuhannya. “Apakah Engkau gila, aku masih hidup karena genggaman pada akar ini. Jika aku lepaskan pastilah aku jatuh ke dasar jurang dan mati. Apa yang harus kulakukan? Aku belum mau mati,” isak si pendaki. Tuhan kembali menjawab, “Lepaskan akar pohon itu dan kau akan selamat.”
Si pendaki berkeras, “Tidak Tuhan, saya akan memilih cara saya sendiri untuk selamat.” Dan ia kemudian berteriak semalaman meminta pertolongan hingga tenggorokannya kering dan haus, sementara kedua tangannya kram dan luka karena terus bergantung pada akar pohon yang kasar. Menjelang pagi, remang pagi mulai menerangi tebing itu dan alangkah terkejutnya pria tersebut karena kakinya hanya berjarak satu meter dari dasar jurang. Ia pun melepaskan pegangan pada akr pohon dan selamat.
 
Banyak orang Kristen secara rohani hidup seperti pria itu. Kita sering berdoa dan meminta arahan Tuhan. Namun ketika Tuhan telah menjawab, baik lewat Firman, sesama, atau kondisi, nyatanya kita tetap memilih menggunakan logika dan pemikiran kita sendiri. Akhirnya kita menjadi lelah sendiri tanpa menyadari ada hal yang lebih baik jika kita mau belajar menaati kehendak Tuhan.
Adakah kehendak Tuhan yang masih kita ragukan? Lepaskan genggaman dari hitung2an akal manusiawi kita dan nikmati langkah iman bersama Tuhan. Niscaya rencana yang jauh lebih indah serta penyertaan sang Raja Damai menanti kita di depan. Amin.

Abstrak

Menatap kosong...mencari sesuatu yang belum terliat..
Memulihkan dan menyembuhkan..
mengembalikan 'sesuatu' ke tempatnya semula...


Hilang sementara

Waktu trus berjalan..jalan...berputar...
Tak terasa dah 2 minggu ditinggalkan untuk meraih impian dan cita2..
Menyadari 1 tahun bersama, menikmati setiap kebersamaan, setiap tawa, tangis, ledekan, amarah, kecemburuan dan setiap emosi, an semuanya itu mengajrkan kami untuk saling mengenal siapa diri kami sesungguhnya.
 
Kebiasaan-kebiasaaan kecil yang mungkin tidak akan ditemui lagi dalam waktu yang tak tertentu. Kebiasaan2 itu akan menjadi kenangan saja..

Kini merasa jauh, dan kehilangan, kadang merasa sendiri....ingin berbagi tapi apa daya tangan tak sampai...
KIni hanya bisa menahan rindu, menahan keinginan untuk menciptakan kebiasaan2 kecil.....

Someday someday we'll be together
_John Legend_

Syukur Tuhan untuk berkat yang Kau bri, ku rasakan tiap hari karna kasihMU
Dan syukur Tuhan untuk cobaan yang ku alami yang membuat menyadari arti kasihMU...

Penggalan sebuah lagu yang mengajak untuk selalu bersyukur dalam segala hal. Termasuk bersyukur buat cobaan/pergumulan yang dialami karna dengan begitu aku dapat merasakan kasih Allah.

Seiring dengan waktu yang trus berjalan tanpa henti..
Pergumulan yang tak kunjung usai, tapi membuatku menyadari untuk memikirkan lebih serius dan menyerahkan semua pada pimpinan Tuhan, dan aku harus mempersiapkan hati untuk menghadapi resikonya.

masih trus bersyukur atas seseorang yang trus mendampingiku saat ini, berjuang bersama, dan trus mencari kehendakNYA.

Nez...truslh berjuang!!!

Suatu tempat

Terliat sulit dan sepi, menikmati tapi tidak terasa.
Mengecap tapi tidak berasa juga..banyak hal untuk berjuang dan bangkit.

Lutut ini sudah sulit untuk bangkit dari kondisi ini, ingin berlari kencang dan menemukan tempat yang hangat.
Tapi tempat itu tidak tau di mana sekarang. 
Petunjuk arah menuju tempat itu tak terliat, ada kabut tebal yang menutupi.
kini hanya terdiamkah?? atau merangkak mencari petunjuk itu??
terdiam dan hanya berdiri terdiam...
Bingung..
Kini wajah ini basah, .....

Sabar dalam penderitaan ini.

(tulisan ini ditulis ketika tekanan trus menghimpit, dan merasa kebingungan)