Bapa menemani dan menjagai kita dalam segala pergumulan. Ia terus memastikan pergumulan ini tidak akan membahayakan kita. Mata-Nya terus menjagai agar kita terus dapat belajar mengenal dunia dengan aman. Memang akhirnya proses pengenalan tidak akan selalu nyaman. Namun, keberadaan-Nya adalah suatu jaminan yang menenangkan. Kita dapat percaya bahwa seberat dan sepanjang apa pun pergumulan kita, pergumulan itu adalah pergumulan yang baik bagi kita. Untuk sebuah pertumbuhan, bukan kemunduran atau kecelakaan..
Bagiku cukup hanya AnugerahNYA
-The New View of Change-
Diposting oleh agnezmartha di 15.33 Label: challenge
Challenge reminds me how important it is to let those who love me, care for me when I need it. The support of others and walking in faith have helped me to move forward less fearful of change, allowing me to embrace the beauty of life today and remain more open to whatever it brings tomorrow..
beyond the reach of my thinking
Diposting oleh agnezmartha di 14.32 Label: hope
Hari-hari trus berjalan, tanpa henti. Bagaikan bunga rumput tumbuh dan akan terbang bersama angin. Angin yang membawa bunga-bunganya menuju tanah di mana bunga akan menjadi tunas baru.
Kini terbentang bebrapa keputusan besar yang kan dimulai dengan langkah awal yang besar.
Siapkah dengan segala kemungkinan terburuk yang 'mungkin' terjadi?
Mengapa harus memulai sesuatu dari nol, sesuatu yang belum tentu ada hasilnya? Ini kan mimpi yang menjadi kenyataan. Bodoh, siap-siap menyesal kalau meninggalkan dunia kerja sesungguhnya...tidak akan merasakan menikmati enaknya hidup yang berlimpah dan lebih....
Apakah ini jalan terbaik yang harus ditempuh?? Kehidupan yang lebih plural dan akan berbeda, setiap hal yang akan berbeda...Apakah ini waktu yang tepat? Bagaimana kalau ini keputusan besar yang fatal?? Awas terjerumus secara perlahan-lahan ke dalam cara hidup yang tidak benar dan justru kehilangan Tuhan di sana.
Bagaimana kalau digosipkan yang tidak benar, bukankah tidak menjadi kesaksian..
Bagaimana kalau akhirnya keluarga tetap tidak mendukung dengan berbagai alasan, apakah tetap mau dipaksakan..?? Bagaimana kalau orang2 memikirkan bahwa saya kembali karena ada pujaan hati di sana?
Bagaimana kalau akhirnya keluarga tetap tidak mendukung dengan berbagai alasan, apakah tetap mau dipaksakan..?? Bagaimana kalau orang2 memikirkan bahwa saya kembali karena ada pujaan hati di sana?
Pertanyaaan dan pernyataan ini senantiasa menghantui saya dan membuat semua konfirmasi-konfirmasi kecil yang menguatkan saya menjadi tidak berarti karena ketakutan itu selalu saja datang mengganggu saya.
Hanya karena saya tidak mengerti (kurang cukup alasan) mengapa aku mengambil keputusan untuk menjadi rekan sekerjaNYA, saya tidak berhak menentukan bahwa Tuhan mungkin keliru dengan memberikan kekuatan-kekuatan kecil yang menjawab segala pertanyaan untuk memantapkan langkah saya menuju PAlembang. Saya sangat menyadari petunjuk-petunjuk itu datang dari-Nya, Akan tetapi, bila saya mulai mempertimbangkan pro dan kontra, kemudian perdebatan masuk ke dalam pikiran, maka yang saya temui adalah pertimbangan-pertimbangan yang sama sekali tidak menunjukkan unsur pribadi Allah (Iman, Pengharapan, Kasih, Kebenaran).
Misi Hidup VS Keluarga
Saya berada di dalam dua sisi yang berbeda tipis. Ada gagasan-gagasan tentang pergumulan ini yang tidak sesuai dengan hukum idealisme yang selama ini saya bangun lewat berbagai pengetahuan dan dogma yang saya terima. Yang paling utama adalah gagasan saya tentang keluarga. Bahwa saya seharusnya digerakkan oleh misi hidup bukan keluarga. Keluarga sebagai penopang, dan orang tua sebagai wakil ALLAH di bumi, yang utama adalah misi hidup yaitu menyenangkan hati TUHAN. Dan sama sekali tidak mengijinkan kemungkinan keluarga itu termasuk dalam misi hidup yang saya perjuangkan. Saking begitu kentalnya, saya membutuhkan hampir setahun untuk benar-benar memutuskan hal ini.
Tuhan.. Saya tidak tahu apa yang kan terjadi di sana.. Yang pasti yang harus saya lakukan adalah bekerja, terlibat dalam pelayanan, dan memperbaiki sesuatu yang tlah kutinggalkan disana sebagai nazar hidupku.
Diam dalam keheningan dan tetap bekerja, tetap berdoa, tetap mempertanyakan. Dan perenungan terhadap pertanyaan sederhana muncul di dalam kediaman yang paling hening..
Pelajaran Iman dari Petrus
Iman bukan pengertian intelektual. Iman adalah janji sukarela untuk tetap setia kepada Pribadi Yesus. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Walaupun saya tidak dapat melihat jalan yang terbentang di depan. Kisah Petrus dan murid-murid di atas perahu yang dilanda gelombang. Ketika ketakutan melanda karena angin sakal itu, sosok Yesus muncul di atas air.
Petrus melihat Yesus. Ia mengenal Yesus dan tak ada keraguan bahwa itu adalah Tuhan-nya yang senantiasa bersamanya setiap hari. Ia yakin ia berjalan menuju Tuhan-Nya walalupun langkah yang akan diambilnya terlihat 'tidak masuk akal'. What?? Berjalan di atas air?? Orang percaya yang bertanggung jawab adalah orang percaya yang berani masuk dan menghadapi tantangan seperti ini. Murid-murid yang lain, tetap berada di dalam perahu dan semakin takut.
“Berjalan di atas air” bukan berarti lari dari persoalan dan ingin mencari posisi yang lebih aman. Sebab tatkala Petrus berjalan di atas air anginnya masih ada. Resikonya adalah, kalau di tengah perjalanan itu ia lengah, maka ia akan kalah.“ Matius 14:30 mencatat bahwa Petrrus tenggelam justru bukan pada saat berada di perahu dengan angin sakal itu, tetapi karena tiupan angin setelah keluar dari perahu. Ia tidak memusatkan perhatiannya pada Tuhan Yesus, maka ia harus bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Ia tenggelam.
Diam di atas perahu seperti murid-murid yang lain ATAU berjalan di atas air seperti yang dilakukan Petrus adalah pilihan iman. Yang salah adalah ketakutan itu. Dan dengan gamblangnya, suara hati saya menjawab pertanyaan saya.
Dengan penyataan khusus yang terus menjawab ketakutan saya dan menyertakanNya dalam proses berpikir/menimbang semua kesempatan dan konsekuensi, saya semakin diperdamaikan dengan semua konflik dalam diri. Saya siap menghadapi dan bertanggung jawab di dalam Iman atas keputusan saya. Semuanya dapat saya hadapi, bahkan segala kemungkinan terburuk, dapat di jalani dengan kekuatan penyertaanNya yang slalu terbukti dan tidak pernah gagal. Pertanyaan reflektif yang jujur yang diungkapkan oleh orang-orang yang mengasihi bahkan sampai ejekan/sindiran/penyepelehan orang lain atas pergumulan saya justru telah memurnikan sgalanya.
Dan saya semakin yakin, jika hidup saya selaras dengan kehendak-Nya, maka meski saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya pasti memiliki naluri tentang arah yang benar. Dengan keberanian dan kepercayaan diri, saya dapat terus maju. Tanpa takut tersesat, saya tahu bahwa setelah melalui badai dan ketidakpastian, saya akan tiba di tempat yang benar.
Akuilah DIA dalam segala laku-mu, maka Ia akan meluruskan jalan-mu - Amsal 3:6
Petrus melihat Yesus. Ia mengenal Yesus dan tak ada keraguan bahwa itu adalah Tuhan-nya yang senantiasa bersamanya setiap hari. Ia yakin ia berjalan menuju Tuhan-Nya walalupun langkah yang akan diambilnya terlihat 'tidak masuk akal'. What?? Berjalan di atas air?? Orang percaya yang bertanggung jawab adalah orang percaya yang berani masuk dan menghadapi tantangan seperti ini. Murid-murid yang lain, tetap berada di dalam perahu dan semakin takut.
“Berjalan di atas air” bukan berarti lari dari persoalan dan ingin mencari posisi yang lebih aman. Sebab tatkala Petrus berjalan di atas air anginnya masih ada. Resikonya adalah, kalau di tengah perjalanan itu ia lengah, maka ia akan kalah.“ Matius 14:30 mencatat bahwa Petrrus tenggelam justru bukan pada saat berada di perahu dengan angin sakal itu, tetapi karena tiupan angin setelah keluar dari perahu. Ia tidak memusatkan perhatiannya pada Tuhan Yesus, maka ia harus bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Ia tenggelam.
Dengan penyataan khusus yang terus menjawab ketakutan saya dan menyertakanNya dalam proses berpikir/menimbang semua kesempatan dan konsekuensi, saya semakin diperdamaikan dengan semua konflik dalam diri. Saya siap menghadapi dan bertanggung jawab di dalam Iman atas keputusan saya. Semuanya dapat saya hadapi, bahkan segala kemungkinan terburuk, dapat di jalani dengan kekuatan penyertaanNya yang slalu terbukti dan tidak pernah gagal. Pertanyaan reflektif yang jujur yang diungkapkan oleh orang-orang yang mengasihi bahkan sampai ejekan/sindiran/penyepelehan orang lain atas pergumulan saya justru telah memurnikan sgalanya.
Dan saya semakin yakin, jika hidup saya selaras dengan kehendak-Nya, maka meski saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya pasti memiliki naluri tentang arah yang benar. Dengan keberanian dan kepercayaan diri, saya dapat terus maju. Tanpa takut tersesat, saya tahu bahwa setelah melalui badai dan ketidakpastian, saya akan tiba di tempat yang benar.
Mengarahkan pandangan
Sebuah keputusan yang tepat bukan dinilai pada saat ini, melainkan akan diuji oleh sang waktu. Membahas pro dan kontra, saya lebih mengutamakan menjelaskan pergumulan keputusan ini kepada orang yang bertanya secara langsung, teman-teman terdekat, keluarga. Saya berusaha membuat mereka mengerti dengan penjelasan sederhana dan terbaik yang bisa saya berikan. Namun ternyata, seberapa baiknya berusaha menjaga kelakukan, sikap dan kata kita untuk slalu bersih tak dapat mengagalkan pernyataan dan komentar negatif orang lain. Dan sejenak saya kembali frustasi dengan konsekuensi ini. Namun, ayat ini kembali menguatkan saya.Akuilah DIA dalam segala laku-mu, maka Ia akan meluruskan jalan-mu - Amsal 3:6
Serasa berada di satu titik petualangan baru yang mendebarkan. Dengan mengabdikan diri pada Tuhan, berjalan bersama-Nya, mengakui-Nya dan karya kebesaranNya akan membuat saya mantap. Apapun itu, konsekuensi apapun itu, semua ada dalam kedaulatan-Nya. Siapapun bertanggungjawab dengan pilihan-nya kepada Tuhan. Selama Ia beserta-ku, saya + TUHAN adalah mayoritas. Kehadiran-Nya.. Pengertian-Nya.. Pimpinan-Nya cukup untuk mengantar saya mengalami petualangan-petualangan iman lainnya.
Biarlah TUHAN yang memimpin jalanku, karna saya hidup untuk menyenangkan hatiNYA.
Biarlah TUHAN yang memimpin jalanku, karna saya hidup untuk menyenangkan hatiNYA.
my life is short
Diposting oleh agnezmartha di 14.11
Menyadari bahwa hidupku diciptakan untuk orang lain
Waktu tak banyak
Hidupku sangat singkat, 'waktu itu' akan segera menjemput, tak tau kapan dan dimana....
Aku hanya mempersiapakn sesuatu, kelak mereka dapat menikmatinya.
Hidup tulus adlah hidup yang mau memberi buat orang lain dan memberi untuk keturunan selanjutnya.
I prefer to work in community service..
Gotta do something for the other people..
Waktu tak banyak
Hidupku sangat singkat, 'waktu itu' akan segera menjemput, tak tau kapan dan dimana....
Aku hanya mempersiapakn sesuatu, kelak mereka dapat menikmatinya.
Hidup tulus adlah hidup yang mau memberi buat orang lain dan memberi untuk keturunan selanjutnya.
I prefer to work in community service..
Gotta do something for the other people..
a liitle prayer for u
Diposting oleh agnezmartha di 12.20 Label: birthday, Love
TUHAN..
24 tahun sudah berlalu bagi-Mu untuk memproses dirinya menjadi utuh dengan-Mu.
Episode-episode kisah mengalir begitu indah dan harmonis dalam buku kehidupannya..
Dengan cara-cara yang luar biasa unik, Engkau mengajarkan padanya tentang makna hidup di dalam kasih sejati yang tidak pernah meninggalkannya.
Itu semua membuktikan bahwa Engkau adalah Allah yang luar biasa yang sedang berkarya dalam pria sederhana yang sedang kucintai.
Teruslah untuk menata hati dan hidupnya.
Teruslah mengkoreksi ambisi dan tujuan hidupnya.
Teruslah menyentuh hatinya dalam momen-momen Ilahi-Mu bersamanya.
Teruslah membuatnya terpana dengan karya-Mu di dalam hidup-nya.
Biarlah diri-ku dan semua orang yang mengenalnya, benar-benar melihat Tuhan dalam hidupnya.
Aku berdoa untuk pria terkasih kepunyaan Allah yang sedang berbahagia di hari ulang tahunnya.
AMIN
secuil rinduku
Diposting oleh agnezmartha di 20.51 Label: Love
sumfah dehhh...
pingin nimpuk dia pake rinduQ yg aammmmmaaattttt bbbeeesssaaaarrr *lebih bsar dr badanku*
pingin nimpuk dia pake rinduQ yg aammmmmaaattttt bbbeeesssaaaarrr *lebih bsar dr badanku*
Me, Myself, and I
Total Tayangan Halaman
Popular Posts
-
“The Vow” adalah film drama romantis-keluarga yang sangat baik. Tidak seperti film-film ber- genre drama romantis lain yang terlalu men...
-
menerima seseorang apa adanya adalah langkah awal untuk belajar mengasihi,,menerima dia dan masa lalunya, kesalahan terburuk yg pernah dilak...
-
P erjalanan terus berjalan dan melewati kondisi-kondisi yang baik dan buruk. Sejenak berhenti untuk mengisi kembali yang sempat kosong d...
-
Hari-hari trus berjalan, tanpa henti. Bagaikan bunga rumput tumbuh dan akan terbang bersama angin. Angin yang membawa bunga-bunganya menuju...
-
Sebuah lagu diciptakan, karena sang penulis lagu merasakan, mengalami suatu fase yang menyentuh hati dan pikirannya. dan sang pendengar lagu...
-
Malam terakhir menjadi malam yang sangat kunanti-nantikan. Karena aku akan mendengar dan melihat Pdt. Julianto Simanjuntak membawakan semina...
Followers
Labels
Blogroll
Blogger templates
Powered by WordPress
©
...b d'candle in d'world... - Designed by Matt, Blogger templates by Blog and Web.
Powered by Blogger.
Powered by Blogger.






