Tuhan....

tertunduk....
sedih....
tak layak...
sendiri....


Berapa lama lagi kah aku harus menunggu, Tuhan??
Ku melangkah gontai dan berjuang tuk menegakkan kepala. 
Tak punya apa-apa, tapi aku harus berjuang hidup.
Di tengah-tengah kondisi yang sulit, aku selalu terus berjalan. Apa yang membuatku bisa berjalan dan melangkah terus??
HARAPAN.....IMAN....KASIH
Ku berlutut berdoa dan menangis....
Dengarlah doaku!! 

Jika tak ada sandaran bagiku sekarang, hanya sukacita yang DIA berikan kepadaku.
Jika tak ada tangan yang menggenggam jariku, hanya kekuatan yang DIA berikan kepadaku.
Jika tak ada perhatian yang ku dapat, hanya berkatMU yg melimpah yang diberikan kepadaku.
Jika tak ada kata-kata yang menghibur yang ku dengar, hanya saat teduh bersamaMU yang kunikmati.

Keluarga, sahabat, kekasih, saudara diberikan bagiku, tapi mereka belum dapat memuaskan hatiku.
Ya,,,,hanya dariMU saja yang dapat memuaskanku.

Sesungguhnya, tangan  TUHAN tidak kurang panjang  untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar


Masih kusimpan

Satu hal yang ku simpan dalam hatiku mengenai kamu..
biarlah menjadi rahasiaku tentang mu,
Jika aku letih dan mulai capek, apakah kamu mengerti??
peka?? 
terlalu naif tuk memaksamu untuk mengerti, krn semua orang ingin dimengerti.
Sifatmu yang cool,tapi perhatian.
sifatmu yang keras, tapi penyayang.
sifatmu yang diam, tapi tulus.
sifatmu yang serius, tapi lucu....
Hari berganti hari, aku terus belajar mengenalmu hingga hari ini.
Apa yang membuatku bertahan?? Apa yang membuat kita bertahan hingga kini???

Terkadang ku bertanya dan ku simapan dlm hatiku,,,
Kurenungkan dan ku coba hayati...ya hanya KASIH itu saja yang membuat bertahan.
Sang KASIH menemaniku dan kamu untuk menerima dengan apa adanya.
Sang KASIH mengenalkan aku dan kamu untuk mengampuni.
Sang KASIH membukakan kita untuk melihat kelebihan dan kekurangan.
Sang KASIH memimpin aku dan kamu untuk terus berharap.
Sang KASIH menguatkan dan menghibur kita di tengah2 ketidakpastian dan kesulitan.'

Betapa pentingnya kita untuk membawa relasi kita di hadapan TUHAN.
Karna kita adalah orang yang telah dikasihiNYA terlebih dahulu.

Cukuplah ku simpan dalam hati mengenai kamu, dan suatu hari kuceritakan padamu.

" apa dasar?"

"di tengah2 kondisi ini, seharusnya kalian kuat"
sebuah penyataan yang menguatkanku di kala aku remuk dan lelah.

malam ini, aku kembali diceritakan bagaimana dulu kami bisa jadiaan oleh mereka yang tahu perjalanannya.

Tapi satu pertanyaan dlm benakku :
"Apa yang mendasari kami dapat bertahan hingga saat ini? Sehingga kami dapat memberikan tahun-tahun terbaik selama 3 tahun ini untuk membangun dan mempertahankan relasi ini. "

Sederhana dan Rumit bertemu

Menjadikan sederhana menjadi rumit atau sebaliknya.
kok bisa?
Pola yang dipahami memiliki pengaruh bagi pikiran untuk menyelesaikan hal tertentu. dampaknya pasti akan berbeda.
Sering bersama dan bertemu tapi yang ada hanya keseganan dan keenganan untuk berkomunikasi. 

Dikuatkan dan dihiburkan melalui perenunganku tuk mengingat masa lalu itu.
aku masih mengasihimu.

Pikiran yang tak berhenti

Malam yang semakin larut, suara kendaraan di jalan terdengar begitu jelas malam ini.
Sunyi dan hening sehingga semua begitu jelas terdengar.
keinginan untuk terlelap belum juga kunjung tiba. Malah pikiran ini trus bekerja dengan segala hal yang tersimpan dan tersirat di dalamnya.
Kedengaran aneh, dan membosankan, tapi semua akan terlintas ketika malam semakin larut.

Kali ini ku habiskan hari ini untuk mengungkapkan sesuatu yang terlintas dlm benakku.
"Ragaku mulai lemah, dan semangatku mulai habis. Tapi selalu ada cara untuk membakarnya kembali dengan cara yg tak terduga. Sulit untuk ku pahami di tengah2 kondisi ini, sulit untuk mengetahui sesuatu yg ada di ujung jalan. Ku berdoa selalu agar Tuhan selalu persiapkan kami untuk melewatinya, dan kami mengalami pertumbuhan iman dan keyakinan yang teguh menghadapi kondisi2 ini. Kiranya kami tetap setia dalam persekutuan denganMU."
"Ku terjemahkan semua bahasaku hanya untukmu."
Semua baik untukmu.
Satu hal yg kurenungkan : ternyata itu menyakitkan. Ketika semuanya hanya berorientasi untuk diri sendiri. Tak dilibatkan atau diikutsertakan untuk menggapai mimpimu.
aku seakan-akan tak ingin menyusahkanmu dan membebanimu.

Merangkai harapan dalam ketidakpastian

memang tak mudah di tengah2 kesulitan ini untuk bersukacita.
Tapi alasanku tak bersukacita??
malah seharusnya tetap bersukacita, karena DIA masih, dan akan selalu sediakan apa yang diperlukan.
Kesetiaan Tuhan tak akan pernah berubah oleh kondisi apa pun, tapi manusia terus berubah karna kondisi2 yg dihadapi.Maka tak seharusnya manusia itu kuatir dan takut.

Perubahan yang dialami cukup membuatku sempat berpikir untuk mundur. Lelah menghadapi dan menyikapinya. 
Mudah untuk mengawali sesuatu, tapi sulit untuk mempertahankan dan menjaganya. Selalu harus ada usaha untuk memeliharanya.
Tapi aku sadar untuk ttp rendah hati dan sabar menghadapimu yang sedang lelah.

Karna aku mengasihimu, itulah alasannya.
Mungkin namapaknya seperti berlebihan dgn cara dan sikapku, tapi aku sedang menjaganya agar tak pudar.
*mungkin itu pada awalnya hal2 tsb menyenangkan dan terasa manis, tapi semakin lama mungkin semakin menjadi kebiasaan dan biasa saja, dan mungkin tak berasa*

Aku yang sedang mencoba untuk menjadi yang terbaik bagimu.